Syair Jaka Lodhang Karya Ranggawarsita

Berikut ini adalah puisi berjudul "Syair Jaka Lodhang" yang dibuat oleh Ranggawarsita.

"Syair Jaka Lodhang"
(Karya Ranggawarsita)

Jaka Lodhang bergelantungan
Nangkring seenaknya, dan berseru
Ingat-ingatlah ketentuan Tuhan
Gunung merendah, jurang menjulang
Terusirlah si kalah perang dari negeri
Namun jangan keliru
Ketahuilah makna sebenar
Seberapa pun gunung merendah
bekasnya tentu masih terlihat.
Berbeda dengan jurang curam.

Meski bisa menjulang
Tanpa tanggul kan longsor lekas
Terwujudnya kehendak
Tuhan telah dipastikan
Jika tiba pada ketikanya
Tertib sirna dari keutamaan manusia

Yang dikehendaki tak bakal kejadian
berantakan segala yang dicitakan
segalanya salah perhitungan
ingin menang malah kalah,
kutukan besar akan tiba
yang nampak hanya cela.
Orang besar hilang kebesarannya,
Tinggal aib yang tersisa
Orang kecil tak tahu diri dan hina

Orang alim, alim pura-pura
Putih di luar kuning di dalam
Ulama malah bermaksiat
Madat, mabuk, judi, main perempuan.
Para haji telah mencampakkan
Sorban putih pici haji
Perempuan hilang keperempuanan
Dalam bujuk rayu harta benda
Semua hanya memburu ke sana

Hanya harta benda belaka
Di jaman itu yang dipuja
Sengsara kian menjadi
Melanda seisi negeri
Tiada miliki keutamaan hidup
Itulah penanda dan saatnya
Kesengsaraan kan memudar
Jika tlah bertobat tanpa ingkar
Berserah jiwa semata kepadaNya.
Bunda Perawan termangu merana
Joko Lodang pun kembali berkata
Namun ada marmanipun
Apa yang terbaca dalam ramalan
Harus diupayakan agar terjadi
Penandanya masih di jaman yang sama
Tetapi di akhir dari pertengahan jaman
Pandangan yang berbeda menaati satu pemimpin
Keadilan melingkupi umat manusia
Itu merupakan kehendak Tuhan.

Bagai orang mengantuk temukan gong kecil
tergeletak di jalan begitu saja
Maka giranglah si penemu
Karena di dalam gong kecil
tersimpan emas nan gemerlapan

- Diterjemahkan dari bahasa Jawa oleh Ags. Aria Dipayana -
,
 
Mengenai KamiHubungi KamiKebijakan Privasi
©2019. Design by SAK