Puisi Kasidah Angin Karya Adri Sandra

Berikut ini adalah puisi berjudul "Kasidah Angin" yang dibuat oleh Adri Sandra.

"Kasidah Angin"
(Karya Adri Sandra)

di dada udara, mulailah ia berkayuh
meniti daun-daun, gelombang musim dan cuaca
membawanya mendaki dan menurun; bintik-bintik sinar lentera
berpijar di bulir embun, dan iapun bernyanyi, menabuh dinding-dinding batu
“wahai, suara itu, begitu merdu meliku antara rusuk ranting bambu”

dalam malam, dihimbaunya purnama, cahaya telungkup
di atas alunan gendang kecapi: “puji syukur ya Allah”
suara-suara tengadah, antara kabut, menjengkal jalan yang islah
berdiri di satu sudut, hijau pemandangan ditebal lumut

di sini, di kaki lembah cahaya yang putih, pohon-pohon bertasbih
dan angin; suaranya timbul tenggelam, pelayaran kian jauh
menembus warna-warna musim, di kelopak hari-hari yang tenang
“wahai, betapa anggun: suaramu menyulam jiwaku gurun!”

maka iapun terus merayap, ke gunung-gunung paling sunyi
tapal dari seluruh pengembaraan
amsal dari segala gerak perjalanan

“wahai, dalam telaga dermagamu, aku jalin dendangmu!”
dan angin tersipu; memisahkan mimpi dengan waktu
dalam hidup, sepanjang tidurku.

- Dangau: Ramadhan, 11 -
,
 
Mengenai KamiHubungi KamiKebijakan Privasi
© 2018-2019. Design by SAK